Skip to main content

WhatsApp Telah Mencapai 2 Miliar Pengguna

WhatsApp Telah Mencapai 2 Miliar Pengguna

WhatsApp Telah Mencapai 2 Miliar Pengguna - WhatsApp telah mengumumkan di laman resminya bahwa kini mereka telah mencapai 2 miliar pengguna. Aplikasi olahpesan seluler WhatsApp ini awalnya dirilis pada tahun 2009, dan kemudian diakuisisi oleh Facebook pada tahun 2014 dengan $ 19 miliar. Pada 2017 lalu, WhatsApp mencapai 1 miliar pengguna aktif dan terus tumbuh dan sekarang melewati 2 miliar pengguna.

Meskipun sudah besar, tetapi jumlah pengguna aplikasi WhatsApp ini belum mengalahkan induk semangnya, yaitu Facebook yang sudah memiliki 2,5 miliar pengguna.

"Kami sangat senang membagikannya, hingga hari ini, WhatsApp mendukung lebih dari 2 miliar pengguna di seluruh dunia," tulis perusahaan tersebut di laman resminya, Kamis (13/2/2020).

Bersamaan dengan pengumuman pencapaian ini, WhatsApp juga menegaskan bahwa untuk komitmennya terhadap keamanan pengguna. Oleh karenanya, perusahaan telah mengatakan bahwa untuk enkripsi end-to-end adalah merupakan pengaturan bawaan di aplikasi.

Menurut perusahaan, bahwa untuk enkripsi yang kuat seperti pada saat ini adalah merupakan kebutuhan manusia di kehidupan modern. Oleh karena itu, mereka memastikan bahwa tidak ada kompromi untuk soal keamanan, karena mengingat hal tersebut akan membuat orang-orang akan merasa kurang aman.

Sekadar untuk informasi, bahwa persoalan keamanan ini memang masih menjadi sebuah perhatian besar di aplikasi WhatsApp untuk mencegah celah penyalahgunaan oleh pelaku kriminal.

Sebelumnya, menurut pada laporan terbaru, bahwa ternyata ada bug di aplikasi WhatsApp untuk versi dekstop yang dapat memungkinkan hacker jahat dapat membaca dan melihat file-file dari komputer (desktop atau laptop) korban.

Untuk itu, berkaitan dengan isu keamanan ini pihak WhatsApp kemudian mengatakan bahwa pihaknya akan terus mengambil langkah yang konkrit untuk berusaha mencegah risiko dari keamanan di sisi pengguna.

Dan untuk hal tersebut, pihak WhatsApp juga mengatakan bahwa pihaknya sudah mengatasi masalah ini dan untuk celah keamanan tersebut sekarang sudah tak berlaku lagi berlaku sejak pertengahan Desember 2019 yang lalu.