Skip to main content

Jangan Lakukan Lelucon Ini Jika Tidak Ingin Dikucilkan

Jangan Lakukan Lelucon Ini Jika Tidak Ingin Dikucilkan

Jangan Lakukan Lelucon Ini Jika Tidak Ingin Dikucilkan - Memang tidak bisa dimungkiri bahwa membuat lelucon atau candaan kepada lawan bicara adalah merupakan hal yag umum dilakukan yang diharapkan dapat membuat obrolan menjadi lebih seru dan bisa mencairkan suasana.

Namun tentu saja ada aturan yang tidak terlihat dalam membuat candaan atau jokes agar supaya pergaulanmu tidak akan menjadi renggang karena ulah ucapanmu yang ingin berniat untuk menghibur, namun malah adang berujung rasa ketidaknyamanan seseorang ketika mendengarnya.

Dan di bawah ini ada beberapa lelucon atau candaan yang harus dihindari agar supaya tidak menimbulkan ketegangan sehingga tidak dikucilkan.

Bercanda mengenai fisik atau kekurangan seseorang

Sebaiknya tidak menggunakan kekurangan dari fisik seseorang untuk dijadikan bahan candaan, apalagi jika dilakukan secara berlebihan dan setiap waktu. Tentu saja hal tersebut dapat berpotensi membuat lawan bicara jadi down, karena candaan yang membuatnya menjadi sakit hati bahkan bisa tersinggung. Jadi untuk alasan apa pun juga, tindakan melakukan body shaming ini tidak dibenarkan, meskipun ditujukan kepada teman sendiri.

Membuat lelucon mengenai masa lalu seseorang

Jika mengaitkan cerita masa lalu untuk jadikan sebagai bahan lelucon tentunya itu tindakan tidak sopan dilakukan. Karena masa lalu adalah merupakan hal yang telah lama terjadi dan tentu saja tidak perlu sering dikenang lagi, apalagi jika ternyata masa lalunya yang kurang menyenangkan.

Hal ini tentu saja bisa menimbulkan rasa yang tidak nyaman terhadap lawan bicaramu. Itu bisa jadi bukan karena masa lalu yang tidak menyenangkan tersebut masih diingatnya, namun itu akan membuat kamu dianggap sebagai orang yang tidak menghormati privasi seseorang.

Bercanda mengenai ekonomi atau pendapatan seseorang

Walau sebenarnya kamu sudah kenal dengan baik dengan lawan bicaramu, maka sebaiknya kamu tidak menyinggung tentang ekonomi, seperti tentang gaji atau tentang pendapatan seseorang sebagai bahan candaan. Sebab tiap orang mempunyau pendapatan atau ekonomi yang tentunya hal tersebut berbeda-beda sesuai dengan hasil kerja kerasnya dan sesuai usahanya selama ini.

Menjadikan keadaan ekonomi seseorang sebagai bahan candaan ini adalah perbuatan yang tidak layak untuk dilakukan karena lawan bicara pasti akan merasa diremehkan dan tentunya hal ini membuat kamu bisa dikucilkan karena akan dianggap tidak menghormati terhadap kehidupan dan usaha seseorang.

Bercanda mengenai minat atau cita-cita seseorang

Walaupun padahal pada awalnya niat kamumu hanya untui sekedar ingin membuat suasana menjadi tidak kaku, namun menjadikan minat atau cita-cita lawan bicara sebagai bahan candaan tentu saja bukan hal yang elok untuk dilakukan. Karena setiap orang mempunyai jalan kebahagiaan dan harapannya masing-masing.

Lelucon tentang tingkat atau pencapaian pendidikan

Pendidikan tentu saja merupakan hal yang sangat penting karena kita mendapatkan semua ilmu dan pengalaman yang dapat berguna sehingga bisa memaksimalkan potensi yang ada pada masing-masing serta mampu menjadikan kita sebagai sosok yang berguna dan berbudi luhur.

Jadi jangan memakai tingkat atau pencapaian pendidikan dari seseorang sebagai hal yang lucu sebagai candaan, agar hal tersebut tidak membuatmu dipandang sebelah mata oleh yang lain karena kamu dianggap sombong atau arogan.

Dalam hal bergaul, sebaiknya kamu harus menjunjung tinggi sikap tenggang rasa termasuk juga dalam hal lelucon dan candaan. Sehingga kamu akan senantiasa punya kesan serta citra yang baik dan orang lain pun akan merasa segan denganmu karena sikapmu yang baik dan penuh kesopanan.